Terdapatsejumlahkonsep-konsepdasardalam literature psikologi yang selamabertahun-tahunmendukungteori self.Diantarabegitubanyakteori self, kitadapatmenemukankonsep-konsep yang dikemukakanolehSnygg and Combs, Sarbin, Mead, danKoffka.namuntidakadadiantaramereka yang mempunyaipengaruhbesarterhadapperkembanganteoriselfsebagaimana yang dilakukanoleh Carl Rogers. Hampirmemilikikasus yang samadengan Freud gagasan yang dikemukanoleh Carl Rogers memilikipengaruhbesardalambidangkonseling. Meskipunpadawaktu yang bersamaanjugatelahmemunculkanberbagaikontroversi.Padabukunya Counseling and Psychotherapy tahun 1942. Rogers terlihatmempunyaikeinginan yang demikiankuatuntukmembangunindividudenganharapansetiap orang akandapatterbebasdari rasa cemassehinggadapathidupnyamanditengahmasyarakat.
Carl Gustav Jung lahir di Kesswyl, suatu kota dikawasan Lake Constace di Canton Thurgau, Swiss, pada tanggal 26 Juli 1875 dan besar di Basel. Ayahnya adalah seorang pendeta pada Gereja Reformasi Swiss. Jung masuk Universitas Basel dengan tujuan untuk menjadi seorang ahli bahasa-bahasa kuno dan jika mungkin menjadi seorang arkeolog, tetapi suatu mimpi telah membangkitkan minatnya dalam studi ilmu-ilmu alamdan secara kebetulan dalam ilmu kedokteran. Setelah ia mendapat gelar kedokteran dari Universitas Basel ia menjadi asisten pada Rumah Sakit Jiwa di Burgholzli, Zurich, dan Klinik Psikiatri Zurich dan mulailah keriernya dalam psikiatri.
Frederick Perls (1893-1970) adalah pendiri pendekatan konseling Gestalt. Frederick dilahirkan di Berlin dan berasal dari keluarga Yahudi. Masa mudanya adalahmasa masa-masa yang penuh dengan masalah. Dia mengganggap dirinya sebagai sumber masalah dalam keluarganya dan dia bermasalah dengan pendidikannya. Bahkan di kelas tujuh, Frederick sempat tinggal kelas sebanyak dua kali dan bahkan keluar dari sekolah karena dia memiliki masalah dengan gurunya.
Manusia adalah makhluk reaktif yan g tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar.
Perubahan yang terjadi dalam diri manusia adalah sebagai indikasi adanya proses belajar.
Manusia tidak ada dan tetap tidak akan ada kebebasan memilih, yang ada adalah hukum perangsang dan gambaran terhadap rangsangan tersebut(the laws of stimulus and response)
Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan, melalui hukum-hukum belajar : pembiasaan klasik, pembiasaan operean dan peniruan.
Adler berpendapat bahwa manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan sosial. Menurut Adler manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial. mereka menghubungkan dirinya dengan orang lain, ikut dalam kegiatan-kegiatan kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan sosial diatas kepentingan diri sendiri dan mengembangkan gaya hidup yang mengutamakan orientasi sosial. Calvin S. Hall dan Gardner dalam A. Supratiknya (1993:241)
Manusia tidak semata-mata bertujuan untuk memuaskan dorongan-dorongannya, tetapi secara jelas juga termotivasi untuk melaksanakan: