Konseling Pancawaskita disingkat (KOPASTA), merupakan salah satu bentuk pendekatan dalam konseling denganmemadupadankan teori konselinq (atlektik). Kopasta merupakan gagasan yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Prayitno, MSc. Ed, yang merupakan salah seorang guru besar pada Universitas Negeri Padang yang juga merupakan Dewan Penasehat ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia.
Kopasta menitikberatkan pada wawasanpancawaskita. Pancawaskita: mengintegrasikan lima factor yang mempengaruhi individu. Lima factor: Pancasila, lirahid, Panca daya, masidu, likuladu.
Dalam sejarahnya KOPASTA dikembangkan sebagai salah satu pendekatan yang dilakukan dalam pelaksanaan konseling perorangan, para konselor diharapkan dapat menguasai pendekatan ini sebagai salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam penyelenggaraan konseling perorangan.