|
|
|
|
Journals & Articles Counselling Australia |
|
|
|
|
|
Komunikasi Dialogis dalam Konseling |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Ifdil
|
|
Komunikasi Dialogis dalam Konseling
untuk Memudahkan Memahami Klien
Oleh, Neni Noviza, M.Pd *)
A. ABSTRAK
Konseling pada dasarnya melibatkan komunikasi antara dua pihak yaitu konselor dan klien yang berlangsung dalam situasi konseling. Keberhasilan konseling sangat ditentukan oleh keefektifan komunikasi diantara partisipan konseling yaitu konselor, klien dan pihak lain yang terkait. Dalam hubungan ini konselor dituntut untuk mampu berkomunikasi secara efektif untuk menunjang pelaksanaan konseling. Salah satu keterampilan yang diperlukan oleh konselor adalah keterampilan berkomunikasi secara dialogis khususnya klien. Dengan cara ini, maka semua usaha dapat dilaksanakan dengan efektif dan seefisien mungkin.
Komunikasi dialogis pada dasarnya merupakan salah satu bentuk komunikasi interaktif antara satu pihak dengan pihak lain melalui penciptaan suatu situasi dalam upaya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam pembuatan keputusan secara tepat. Komunikasi dialogis merupakan bentuk komunikasi dua arah antara dua orang individu atau lebih dalam membahas statu masalah tertentu dengan tujuan tertentu. Dalam prosesnya terjadi satu bentuk dialog atara satu pihak (konselor) dengan pihak lain (klien) dalam suatu situasi tertentu agar dicapai suatu pemahaman dan dapat membuat keputusan secara tepat.
Untuk dapat melaksanakan komunikasi dialogis dengan baik, diperlukan penguasaan materi masalah yang akan dikomunikasikan dalam proses konseling. Disamping itu diperlukan pula penguasaan berbagai keterampilan berkomunikasi secara efektif. Penguasaan materi dan keterampilan ini diwujudkan dalam penampilan secara efektif dalam suatu proses komunikasi informasi yang tepat dan akan memberikan gambaran mengenai hal-hal yang harus dikuasai dalam komunikasi konseling khususnya yang berkenaan dengan pengertian komunikasi dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Ifdil
|
|
TRILOGI PROFESI KONSELOR
DAN PENGELOLAAN BERBASIS KINERJA
Oleh: Prayitno
A. Trilogi Profesi Pendidik
Di awal abad ke-21 ini dunia pendidikan di Indonesia mulai memasuki era profesional. Hal ini ditandai dengan penegasan bahwa “pendidik merupakan tenaga profesional” (UU No.20 Tahun 2003 Pasal 39 Ayat 2), dan “profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi” (UU No.14 Tahun 2005 Pasal 1 Butir 4).
|
|
Selengkapnya...
|
|
|