Konseling Indonesia BK | Bimbingan dan Konseling Indonesia | Pusat Referensi Konseling | - Kompetensi Lintas Budaya dan Tujuannya

Search Situs
Konseling Indonesia
Kompetensi Lintas Budaya dan Tujuannya PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 11
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Ifdil   
Friday, 06 March 2009

 I.        Kesadaran Konselor akan Nilai-nilai pada Kebudayaannya dan Bias yang mungkin muncul 

A. Sikap dan Keyakinan

1.       Konselor yang handal telah menyadari keberadaan budaya dan sensitif terhadap kebudayaan yang diwarisinya, menilai dan menghargai perbedaan
2.       Konselor yang handal sadar bahwa latar belakang kebudayaan yang dimilikinya, pengalaman sikap, nilai, dan bias mempengaruhi proses psikologis
3.       Konselor yang handal mampu mengenali batas kemampuan dan keahliannya
4.       Konselor yang handal merasa nyaman dengan perbedaan yang ada antara dirinya dan klien dalam bentuk ras, etnik, kebudayaan, dan kepercayaan

 

B. Pengetahuan

1. Konselor yang handal memiliki pengetahuan tentang ras dan kebudayaannya sendiri dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi secara personal dan profesional pandangannya tentang normal dan abnormal dan proses dalam konseling

2. Konselor yang handal mengetahui dan memahami bahwa tekanan, ras, diskriminasi, dan stereotipe mempengaruhi mereka secara personal dan dalam pekerjaannya.

3. Konselor yang handal mengetahui dampak sosialnya terhadap orang lain. Pengetahuan mereka tentang perbedaan komunikasi, bagaimana gaya komunikasi ini mungkin akan menimbulkan perselisihan atau membantu perkembangan dalam proses konseling pada klien minoritas, dan bagaimana cara mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi pada orang lain

 

C. Keterampilan

1. Konselor yang handal mencari: pendidikan, konsultasi, dan pengalaman pelatihan untuk memperbaiki pemahaman dan keefektifan dalam bekerja dengan populasi dari budaya yang berbeda. Mengenali keterbatasan, mereka: a) mencari konsultasi, b) mencari pelatihan dan pendidikan lebih lanjut, c) menjadi individu yang berkualifikasi atau berwawasan, atau d) kombinasi dari ketiganya

2. Konselor yang handal secara konsisten mencari pemahaman terhadap diri mereka sebagai ras dan kebudayaan dan secara aktif mencari identias non-ras

 

II. Kesadaran Konselor terhadap Pandangan Klien

A. Sikap dan Keyakinan

1. Konselor yang handal sadar bahwa reaksi emosional yang negatif terhadap ras lain dan kelompok etnik yang bisa menggangu klien dalam konseling. Mereka hendaknya mempertentangkannya antara sikap dan keyakinan mereka dengan sikap dan keyakinan klien dengan cara yang tidak memberikan penilaian.

2. Konselor yang handal sadar stereotip mereka dan mempertimbangkan dugaan-dugaan yang mereka simpan terhadap ras lain dan kelompok etnik minoritas

A. Pengetahuan

1. Konselor yang handal memiliki pengetahuan dan informasi yang spesifik tentang kelompok yang diajak bekerja sama. Mereka menyadari pengalaman, kebudayaan yang diwariskan, latar belakang sejarah klien dari kebudayaan yang berbeda

2. Konselor yang handal memahami bagaimana ras, kebudayaan, etnik, dsb mungkin mempengaruhi struktur kepribadian, pilihan karir, manifestasi gangguan psikologis, perilaku mencari bantuan, dan kecocokan dan ketidakcocokan dari pendekatan konseling

3. Konselor yang handal memahami dan memiliki pengetahuan tentang sosiopolitik mempengaruhi yang bergeseran dengan kehidupan ras, etnik minoritas. Isu imigrasi, kemiskinan, rasisme, stereotipe, dan ketidakberdayaan semuanya meninggalkan kesan buruk yang mungkin mempengaruhi proses konseling

 

B. Keterampilan

1. Konselor yang handal seharusnya terbiasa dengan penelitian yang relevan dan penemuan terbaru mengenai kesehatan mental dan gangguan mental dari berbagai kelompok etnik dan ras.

2. Konselor yang handal menjadi aktif terlibat dengan individu yang berasal dari luar setting konseling (even komunitas, fungsi sosial dan politik, perayaan, pertemanan, bertetangga, dsb) sehingga perspektif mereka mengenai kaum minoritas tidak hanya sekedar akademik atau pelatihan saja.

 

III. Strategi Intervensi yang Cocok Berdasarkan Kebudayaan

A. Sikap dan Keyakinan

1. Konselor yang handal menghargai agama, keyakinan dan nilai yang dimiliki oleh klien, termasuk atribut dan hal-hal yangbersifat tabu, karena hal tersebut mempengaruhi kemenduniaan pandangan mereka, fungsi psikososial, dan eksresi terhadap stress

2. Konselor yang handal menghargai ketulusan pertolongan dan menghargai jaringan pertolongan instrinsik kaum minoritas

3. Konselor yang handal menghargai bilingualisme dan tidak memandang bahasa asing sebagai penghalang dalam konseling (monolingual sebagai penjahat)

B. Pengetahuan

1. Konselor yang handal memiliki pengetahuan yang jelas dan eksplisit dan memahami karakteristik umum dari konseling dan terapi (batasan dalam budaya, batasan dalam kelas, dan monolungual) dan bagaimana mereka memiliki pertentangan dengan nilai kebudayaan dari berbagai kelompok minoritas lainnya

2. Konselor yang handal menyadari hambatan instistusional yang menghambat kaum minoritas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan mental

3. Konselor yang handal memiliki pengetahuan tentang potensi bias dalam intsrumen asesmen dan penggunaan prosedur dan interpretasi yang ditemukan dalam budaya dan karakteristik bahasa dari klien

4. Konselor yang handal memiliki pengetahuan tentang struktur keluarga, hirarki, nilai dan keyakinan. Mereka memiliki pengetahuan yang cukup mengenai karakteristik komunitas dan sumber-sumber komunitas seperti keluarga

5. Konselor yang handal sebaiknya menyadari bahwa perbedaan tingkat sosial dan komunitas dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis pada populasi yang diberikan pelayanan

 

C. Keterampilan

1. Konselor yang handal mampu memberikan respon berupa verbal maupun nonverbal dalam memberikan pertolongan. Mereka mampu memberikan dan menerima kedua pesan tersebut secara tepat dan akurat

2. Konselor yang handal mampu melatih keterampilan intervensi institusi pada klien pada umumnya. Mereka dapat memahami apakah akar permasalahan adalah rasisme atau bias diantara mereka (konsep paranoid) sehingga klien tidak salah dalam mengenali permasalahannya

3. Konselor yang handal tidak menolak untuk berkonsultasi dengan pengobatan tradisional tokoh dan pemimpin agama, pratiktisi dalam memberikan tretman terhadap klien dari budaya yang berbeda jika diperlukan

4. Konselor yang handal bertanggung jawab terhadap interaksi bahasa yang diinginkan klien dan jika tidak mungkin untuk dilakukan maka mengalihkan kepada yang lain. Permasalahan yang serius akan muncul apabila bahasa konselor tidak cocok dengan bahasa klien. Dalam kasus ini, konselor sebaiknya a) mencari penterjemah dengan pengetahuan tentang budaya dan latar belakang professional yang sesuai, dan b). mengalihtangankan pada konselor yang lebih berkompeten dan berpengetahuan dalam dwi bahasa

5. Konselor yang handal telah terlatih dan ahli dalam menggunakan berbagai intsrumen dan tes. Mereka tidak hanya sekedar mampu menggunakan tetapi mereka juga menyadari keterbatasan kebudayaan.

6. Konselor yang handal sebaiknya bermaksud untuk menghilangkan bias, prejudis, dan pendiskriminasian

7. Konselor yang handal bertanggung jawab dalam mendidik kliennya kepada intervensi psikologis, seperti tujuan, harapan, hak-hak, dan orientasi konselor

Comments
Search RSS
AGUSTAN  - salam kenal   |222.124.34.xxx |19-03-2009 22:20:34
ass. saya mahsiswa Univ.Neg.makassar. saya mau ngucapin thanks very much, kalo
Bpak/ibu punya artikel, bisa nggak di krimkan ke alamt e-mailku. maksih
maghfi  - tolong dibantu   |125.164.78.xxx |16-05-2009 05:46:09
as5kum, saya maghfi mahasiswa bk
saya mau minta tolong kenapa cih semua konselor
itu konselor lintas budaya????
hariadi   |222.124.213.xxx |13-10-2009 00:45:17
kenapa ia mas + mbak teori BK di kampus beda banget ma kenyataan dilapangan
????????????????????
aini  - coba jawab   |125.164.73.xxx |13-01-2010 05:51:00
kenapa semua konselor itu adalah konselor lintas budaya karena semua orang
adalah berbeda. walaupun konselor dengan konseli sama2 dari budaya yang sama,
ras, suku ataupun lingkungan yang sama tetapi tetaplah disebut lintas budaya
karena pada hakekatnya setiap orang itu ber beda
khilda   |182.0.159.xxx |06-01-2011 05:08:02
mungkin lebih tepatnya unik ya mbak??
Ola   |222.124.156.xxx |17-09-2011 05:02:36
Menurut saya, kenyataan di lapangan sebenarnya tidak jauh berbeda dari teori di
kampus.. Jadi alangkah baiknya jika kita tidak hanya sekedar menghafal teori
melainkan memahaminya :)
Ola   |222.124.156.xxx |17-09-2011 05:07:00
Menurut saya, kenyataan di lapangan sebenarnya tidak jauh berbeda dari teori
di
kampus.. Jadi alangkah baiknya jika kita tidak hanya sekedar menghafal
teori
melainkan memahaminya :)
kiki mariah  - mahasiswa BK   |125.165.159.xxx |18-11-2009 09:58:24
ass. saya mau ngucapin terimakasih banyak dengan artikel-artikel yang ada di
sini. bisa nggak di kirimkan ke alamat emailku????(kiki_mariah@yahoo.co.id),
makash sebelumnya
rina  - asesmen   |125.162.116.xxx |01-12-2009 22:13:13
..asalamualikum,,,maaf saya rina mahasiswa BK UNILA,mw tnya gmana caranya jk
saya konselor untuk memunculkan sebuah pertanyaan kepada klien pada waktu
melakukan konseling?itu sulit sekali bagi saya,makasih
hera   |125.167.194.xxx |06-02-2010 06:56:03
bagaimana konselor manghadapi msalah klien yang pada dasarnya budaya klien
berbeda-beda
reny  - siswa gak tau sama sekali     |125.165.56.xxx |02-03-2010 03:52:37
saya sekarang bekerja disebuah yayasan konseling, berdasarkan pengalaman
dialapangan (disekolah) masih banyak siswa tidak mengerti apa itu BK (bimbingan
konseling dan bimbingan karir). setelah ditanya apakah mereka pernah berhubungan
dengan guru BK, jawabannya tidak, alasannya karena mereka tidak pernah buat
masalah (kasus). jadi bagi mereka, orang2 yang berhubungan dengan BK itu adalah
orang2 yang hanya bermasalah saja. merea juga menjawab takut terhadap guru BK.


kalau ada info baru tentang BK mohon di email ke saya, untuk menambah wawasan,
sehingga dapat juga memberikan informasi baru kepada guru BK disekolah. thank's.
winda yuliana   |110.137.29.xxx |03-03-2010 03:33:54
saya mahasiswa BK IAIN-SU, terima kasih ya atas informasinya mengenai BK
buyono     |222.124.198.xxx |07-03-2010 23:57:26
saya mhsiswa BK STAIN Curup, sya mau tanya sejauh mana tingkat kepercayaan
masyarakat terhadap proses konseling?????? trim's
aldinue   |125.165.54.xxx |20-04-2010 20:39:08
dosen konselig aja gak ada gmna mau blajar konseling..
wilman   |125.165.62.xxx |21-04-2010 02:44:43
kenalkan nama saya wilman. saya seorang konselor yang baru belajar bagaimana
mengatasi orang-orang yang memang memiliki masalah dlam hidupnya, permintaan
saya minta tolong bagaimana cara kita meyakinkan masyarakat bahwa konseling
adalah sesuatu yang di perlukan??tolong di emailkan ke alamat dibawah. trimaksih
banyak sebelumnya.
Kuswandi   |202.93.138.xxx |02-06-2010 03:45:11
pelaksanaan BK di sekolah saya rasakan sangat berbeda dengan teori2 yang di
pelajari, memang saya lihat tergantung situasi dan keadaan siswa ybs........
risnaniah  - bantu ya!   |222.124.154.xxx |29-06-2010 01:41:27
langkah-langkah mengatasi perbedaan bahasa dalam konseling
Devi  - Sukses!!!   |110.139.50.xxx |14-11-2010 05:52:07
Saya mahasiswa BK UNESA Surabaya...
BK ituuu...sangaaaat menyenangkan. mari kita
generasi guru BK yang baru membuat gebrakan kepada seluruh siswa dan menghapus
semua pikiran tentang bahwa BK itu POLISI SEKOLAH!!!
BK sangat menyenangkan dan
sangat menguntungkan bagi siswa apalagi sekolah!!
that's all...
Ola   |222.124.156.xxx |17-09-2011 05:00:28
Siipppp!! SETUJU :)
menurut saya, BK dikenal sebagai POLISI SEKOLAH karena
persepsi yg salah kaprah dari orang-orang yg masih awam tentang BK :)
carti  - pengin tahu....   |125.163.195.xxx |22-04-2011 06:41:03
ass, sebenarnya pendekatan tripurusa, rangga wasito dan pancawaskita dalam
konseling itu perbedaannya apa???trus kapan pendekatan itu mulai
berkembang??????tolong dijawab y...makasih
agus aryanzah, S.Pd  - note   |118.97.238.xxx |28-12-2011 21:46:36
inti dari kegiatan bimbingan konseling adalah bagaimana dua sisi perbedaan
berjalan beriringan tanpa berantakan tetapi saling melengkapi,,,masalah dan
keinginan setiap individu selalu berbeda, tetapi itulah keindahannya.
sebagaimana dari teori konflik dahrendorf bahwa "konflik dan konsensus
bagaikan 2 sisi dari mata uang logam, konflik ada karena konsensus dan begitu
juga sebaliknya"
jadi, sekalipun bagaimana BK dianggap sebagai polisi
sekolah atao apapun, tergantung dari apa yang kita lakukan,,,ingat, cinta pda
pandangan pertama bisa diterapkan dalam hal ini...
dan sekali lagi, BK/konselor
bukan menolong/membantu akan tetapi memfasilitasi individu konseli menemukan
solusi terbaik bagi dirinya, karena pada hakekatnya setiap individu dibekali
potensi masing2.
itulah mengapa BK selalu ditakuti konseli karena selalu
berpandangan bahwa BK membantu,,,mulai sekarang rubahlah pandangan itu menjadi
"MEMFASiLITASI" ...
fauziah nasution   |180.251.70.xxx |19-09-2012 09:45:13
saya dosen STAIN Padangsidimpuan, menurut saya antara dakwah dan konseling
memiliki hubunngan yang sangat sangat erat. dalam dakwah kondisi budaya, adat
istiadat mad'u juga harus diperhatikan da'i, sebagai dasar pelaksanaan
dakwahnya. trimksh atas info ttg konseling antar budaya;
Fitri     |118.97.95.xxx |26-09-2012 06:20:48
Assalamu'alaikum
saya mau bertanya,,, mengapa kita mempelajari tentang
multikultural?
terima kasih...

saya dari mahasiswi BK di surabaya
nanik puji astuti   |118.96.133.xxx |10-11-2012 04:39:44
ass saya mahasiswi dr universitas veteran bangun nusantara sukoharjo,solo.ingin
bertanya,,apa kiat2 menjadi guru BK dan seorang konselor yang yang sesuai
dibutuhkan? karena selama ini koselor dan guru BK itu hanya dipandang sebelah
mata.terimaka kasih....



jawabannya sangat saya butuhkan...
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya

Tentang Founder

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya



lebih lengkap tentang Founder

You are here  :Home arrow Konseling arrow Konseling Lintas Budaya arrow Kompetensi Lintas Budaya dan Tujuannya

Alexa Rank

Visitors Counter

mod_vvisit_counterToday1007
mod_vvisit_counterYesterday1130
mod_vvisit_counterThis week6633
mod_vvisit_counterThis month24728
mod_vvisit_counterAll2010912

free counters

Mail Konseling Indonesia

 

Masuk....| Gratis Daftar

Copyright @ 2005 - 2014 KONSELINGINDONESIA | Bimbingan dan Konseling Indonesia. Powered By Konseling Indonesia
E mail : info@konselingindonesia.com