Konseling Indonesia BK | Bimbingan dan Konseling Indonesia | Pusat Referensi Konseling | - Layanan Konseling Perorangan (L5)

Search Situs
Konseling Indonesia
Layanan Konseling Perorangan (L5)
Proses Konseling PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 8
Ditulis Oleh Ifdil   
Sunday, 28 June 2009

Proses Konseling

Cormier & Hackey (dalam Gibson & Mitchell, 1995:143) mengidentifikasi empat tahapan proses konseling yakni membangun hubungan, identifikasi masalah dan eksplorasi, perencanaan pemecahan masalah, aplikasi  solusi dan pengakhiran. Sedangkan Prayitno (1998:24) menyebutkan bahwa ada lima tahap proses konseling yakni pengantaran, penjajagan, penafsiran, pembinaan dan penilaian. Soli Abimanyu dan M. Thayeb Manrihu (1996) mengklasifikasikan konseling perorangan kepada lima tahap yang diawali dari pengembangan tata formasi dan iklim hubungan konseling awal, eksplorasi masalah, mempersonalisasi, mengembangkan inisiatif, mengakhiri dan menilai konseling.

Selengkapnya...
 
Tujuan Pelayanan Konseling Perorangan PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
Ditulis Oleh Ifdil   
Sunday, 28 June 2009

Tujuan Pelayanan Konseling Perorangan

Gibson, Mitchell & Basile (dalam Gibson & Mitchell, 1995:142) menyebutkan tujuan konseling perorangan sebagai berikut:

Developmental Goals: developmental goals are those wherein the client is asissted in meeting or advancing her or his anticipated human growth and development (that is socially, personally, emotionally, cognitively, physical wellness, and so on); Preventive goals: prevention is a goal in which the counselor helps the client avodi some undesire outcome; Enhancement goals: if the client possesses special skills and abilities, enhancement means they can be identified and/or further developed through the assistancte of a counselor; Remedial goals: remediation involves assisting a client to overcome and/or treat an undesirable development; Exploratory goals: exploration represent goals appropriate to the examining of options, testing of skills, and trying new and different activities, environments, relationships, and so on; Reinforcement goals: reinforcement is used in those instances where clients need help in recognizing that what they are doing, thinking, and/or feeling is okay; Cognitive goals: cognition involves acquiring the basic foundations of learning and cognitive skills; Physiological goals: physiology involves acquiring the basic understanding and habits for good health; Psychological goals: psycology aids in developing good social interaction skills learning emotional control, developing a positive self concept, and so on.

Selengkapnya...
 
Konseling Perorangan PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
Ditulis Oleh Ifdil   
Sunday, 28 June 2009

Pengertian Konseling Perorangan

Gustad’s (dalam Gibson & Mitchell, 1995:43) menyebutkan definisi konseling sebagai berikut:

Counseling is a learning-oriented process, carried on in a simple, one-to-one social environment, in which a counselor, professionally competent in relevant psychological skill and knowledge, seeks to assist the client, by methods appropriate to the latter’s needs and within the context of the total personnel program, to learn more about himself and to accept himself, to learn how to put such understanding into effect in relation to more clearly perceived, realisticaly defined goals to the end that the client may become a happier and more productive member of his society.

Selengkapnya...
 
Dasar Etika Konseling PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 4
Ditulis Oleh Ifdil   
Sunday, 28 June 2009

Dasar Etika Konseling

Sebagai rambu-rambu pokok dalam pelaksanaan layanan konseling. Munro, Manthei & Small (alih bahasa oleh Erman Amti, 1979:11) mengemukakan bahwa ada tiga dasar etika konseling yaitu kerahasiaan, keterbukaan dan pengambilan keputusan oleh klien sendiri.  Mengenai asas kerahasiaan menekankan bahwa segenap rahasia pribadi klien menjadi tanggung jawab konselor untuk merahasiakannya dari siapapun juga. Keyakinan klien bahwa adanya perlindungan terhadap kerahasiaan diri dan segala hal yang diungkapkan menjadi jaminan untuk suksesnya layanan konseling perorangan.

Selengkapnya...
 
Keterampilan Konselor PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 5
Ditulis Oleh Ifdil   
Sunday, 28 June 2009

Keterampilan Konselor

Gibson dan Mitchell (1995:150) menyebutkan ada empat keterampilan konseling yakni keterampilan komunikasi, keterampilan diagnostik, keterampilan memotivasi dan keterampilan manajemen.

  • Keterampilan Komunikasi

Keterampilan komunikasi terdiri atas dua yakni keterampilan komunikasi nonverbal dan keterampilan komunikasi verbal. Gazda, Asbury, Balzer, Childers and Walters (dalam Gibson dan Mitchell (1995:150)
membagi keterampilan komunikasi nonverbal atas empat keterampilan yakni perilaku komunikasi nonverbal mengggunakan waktu terdiri atas mengenali waktu dan prioritas waktu; perilaku komunikasi nonverbal menggunakan tubuh terdiri atas kontak mata, mata, kulit, postur tubuh, ekspresi wajah, tangan dan pergerakan lengan, perilaku diri, pengulangan perilaku, sinyal atau aba-aba, menarik perhatian; perilaku komunikasi nonverbal menggunakan media suara terdiri atas nada suara, kecepatan berbicara, kerasnya suara, gaya berbicara; dan perilaku komunikasi nonverbal menggunakan lingkungan terdiri atas pengaturan jarak, pengaturan seting fisik, terkesan mahal berlawanan dengan kesan jorok terdiri atas pakaian yang digunakan dan posisi dalam ruangan konseling.

Selengkapnya...
 

Tentang Founder

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya



lebih lengkap tentang Founder

You are here  :Home arrow Konseling arrow Layanan Konseling arrow Layanan Konseling Perorangan (L5)

Alexa Rank

Visitors Counter

mod_vvisit_counterToday413
mod_vvisit_counterYesterday930
mod_vvisit_counterThis week413
mod_vvisit_counterThis month31030
mod_vvisit_counterAll1833749

free counters

Mail Konseling Indonesia

 

Masuk....| Gratis Daftar

Copyright @ 2005 - 2010 KONSELINGINDONESIA | Bimbingan dan Konseling Indonesia. Powered By Konseling Indonesia
E mail : info@konselingindonesia.com