|
Lima Arahan Pengadministrasian Instrumen (Limadmen) |
|
Ditulis Oleh Ifdil
|
|
Sebelum melakukan pengadministrasian AUM konselor menerapkan “limadmen”, terhadap siswa atau responden pengisi AUM. Limadmen diperlukan untuk menginfromasikan kejelasan arah dan kegunaan AUM serta mencegah kejenuhan siswa dalam merespon setiap butir pada AUM. Lima Arahan Pengadministrasian Instrumen (limadmen) ini dijadikan sebagai SOP (Standar Operasional Prosedur) dasar dalam pengadministrasian AUM; yaitu mengkacup hal-hal sebagai berikut:
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tingkat Kesahihan dan Keterandalan AUM |
|
Ditulis Oleh Ifdil
|
|
Kesahihan AUM diperiksa dengan mencocokkan jenis-jenis masalah yang dikemukakan oleh siswa tanpa mempergunakan AUM (yaitu dengan menuliskan masalah-masalah itu pada secarik kertas kosong) dengan masalah-masalah siswa yang sama yang dinyatakan melalui AUM. Prosedur menuliskan jenis-jenis masalah pada kertas kosong dilakukan sebelum siswa yang bersangkutan mengisi AUM . Dengan cara tersebut, indeks kecocokan yang diperoleh adalah antara 78 % s.d 86 %.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jenis Alat Ungkap Masalah (AUM) dan Penyusunnya |
|
Ditulis Oleh Ifdil
|
|
Jenis Alat Ungkap Masalah (AUM) dan Penyusunnya Dari awal dikembangkanya, sejak tahun 1965 sampai 2009 telah tersusun 8 jenis format AUM, sebagai mana terdapat dalam Table 1 di bawah ini :
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sejarah Lahirnya Alat Ungkap Masalah (AUM) |
|
Ditulis Oleh Ifdil
|
|
Lebih kurang tiga puluh tahun terakhir ini, instrumen yang dipakai untuk mengungkapkan masalah belajar, khususnya dalam kaitannya dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling, di Indonesia pada umumnya adalah terjemahan atau adaptasi dari Survey of Study Habits and Attitutes (SSHA) yang dikembangkan oleh William F. Brown dan Wayne H. Holtzman sejak tahun 1953. Ada tiga bentuk (format) SSHA yaitu bentuk SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Dengan 75 buah item masing-masing, SSHA memuat masalah belajar yang dikelompokkan ke dalam tiga bidang yaitu: (a) metode belajar (b) motivasi belajar, dan (c) sikap-sikap tertentu terhadap kegiatan sekolah atau kampus.
Pada tahun 1965, SSHA disadur dan divalidasikan (di Bandung, oleh Prayitno) guna kepentingan pengungkapan masalah belajar siswa atau mahasiswa. Pada tahun 1982, alat ini dikembangkan lagi (di Padang oleh Marjohan) dengan menyadur dan memvalidasikan SSHA versi baru. Alat terakhir yang merupakan SSHA versi baru itu berisi 100 buah item tentang sikap dan kebiasaan belajar yang memuat 4 bidang masalah belajar, yakni: (a) penyelesaian terhadap tugas-tugas, (b) cara belajar (c) sikap terhadap guru (d) persepsi terhadap pendidikan pada umumnya. Alat dengan bentuk yang terakhir itu lebih dikenal dengan nama Pengungkapan Sikap dan Kebiasaan Belajar (disingkat PSKB).
Untuk memesan Program Pengolahan Alat Ungkap Masalah (AUM)Klik disini
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Alat Ungkap Masalah (AUM) |
|
Ditulis Oleh Ifdil
|
|
Untuk mengungkapkan masalah-masalah siswa dan mahasiswa secara menyeluruh telah dikembangkan dua jenis alat ungkap masalah, yaitu; (1) alat untuk mengungkapkan masalah-masalah umum dan (2) alat untuk mengungkapkan masalah-masalah khusus yang berkaitan dengan upaya dan penyelenggaraan kegiatan belajar. Kedua jenis alat ungkap itu yang dikenal dengan AUM ”Umum ” dan AUM ”Belajar”. AUM ”Belajar” itu lebih khusus lagi dinamakan AUM PTSDL. Dalam bentuknya yang menyeluruh AUM meliputi:
No |
Sasaran Penggunaan
|
Format AUM
|
|
AUM UMUM
|
AUM Belajar
|
|
1
2
3
4
5
|
Perguruan Tinggi
SLTA
SLTP
SD
Masyarakat
|
AUM Umum F1
AUM Umum F2
AUM Umum F3
-
AUM Umum F5
|
AUM PTSDL F1
AUM PTSDL F2
AUM PTSDL F3
AUM PTSDL F4
-
|
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 6 dari 84 |